w

Tips Memberi Pakan Yang Benar Terhadap Ikan Gurami

Sebelumnya kita telah membahas banyak tips-tips yang sangat membantu kita sebelum memulai usaha budidaya ikan gurami, diantaranya Tips Memilih Lokasi, Tips Menetukan Kualitas Air, dan Tips Memilih Benih

Sekarang kita akan membahas tentang Bagaimana Memberi Pakan Yang Benar Terhadap Ikan Gurami. Pemberian pakan yang benar sangat berpengaruh terhadap kesuksesan kita dalam usaha budidaya ikan gurami. 
 
Tips Memberi Pakan Yang Benar Terhadap Ikan Gurami

Makanan alami gurami adalah fitoplankton, daun tumbuhan lunak, zooplankton dan serangga. Sifat omnivora yang dimiliki ikan gurami seharusnya menjadikan cepat tumbuh dibandingkan dengan jenis ikan yang lain. 

Namun ikan gurami terkenal sebagia ikan yang gerakannya lambat sehingga sering dikalahkan oleh ikan jenis lain dalam memperebutkan  makan hewani. Jadi tak mengherankan jika pertembuhannya tidak secepat ikan omnivora lainnya.

Untuk merangsang pertumbuhan ikan gurami perlu diberikan pakan hewan dan pakan nabati dalam komposisi yang ideal. Gurami tidak dapat diberi 100% pakan pabrik karena dagingnya akan menjadi lembek. Komposisi pakan ikan gurami yang paling ideal adalah mengandung 40% kadar protein. 

Ransumharian untuk pakan pabrik atau pelet sekitar 2% dari bobot badan ikan gurami tersebut.
Meskipun kadar proteinnya yang diberikan sudah mencapai 40%, pemeliharaan ikan gurami di kolam masih mungkin terdapat sisa pakan. 

Jika hal ini terjadi, kadar protein yang diberikan bisa dikurangi. Yang terpenting adalah kadar protein dari pakan nabati yang tidak boelh kurang dari 25%.
 
Untuk memenuhi pakan nabati ikan gurami, bisa disediakan berbagai jenis hijauan seperti daun sente, kangkung,daun ubi kayu, tanaman air, dan daun tanaman darat yang muda dan lunak. Jika ditambah dengan enzim komplek, pemeberian pakan hewan hewani dan nabati yang baik adalah 2% per Kg.
 
Berdasarkan pengalaman, pemberian daun sente akan memberikan pertumbuhan yang paing baik terhadapa ikan gurami tersebut. Pemberian pakan nabati tersebut biasanya diakukan pada saat ikan berumur 3,5 bulan atau seukuran korek.
 
Untuk mempermudah cara pemberian pakan terhadap ikan gurami, makan pakan ikan disesuaikan berdasarkan tungkatan umur ikan tersebut. Berikut tabel Pakan Ikan Gurami Berdasarkan Tingkatan Umur :

Tips Memberi Pakan Yang Benar Terhadap Ikan Gurami

Demikian sedikit banyak tentang Bagaimana Membei Pakan Ikan Gurami yang Benar, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua... Terima Kasih :D



Tips Memilih Benih Ikan Gurami Yang Baik Untuk Budidaya Ikan Gurami

Setelah sebelumnya kita membahas tentang Tips Menentukan Kualitas Air Kolam Budidaya Ikan Gurami sekarang kita akan membahas tentang Bagaimana Memilih Benih Ikan Gurami. Pemilihan benih ikan gurami yang baik dan benar sangat mempengaruhi hasil yang akan didapat pada budidaya ikan gurami tersebut. Oleh sebab itu, alangkah baiknya kita mengetahui bagaimana cara yang tepat dalam menentukan benih ikan gurami yang akan digunakan.

Tips Memilih Benih Ikan Gurami Yang Baik Untuk Budidaya Ikan Gurami

Asal usul benih ikan gurami ikut menentukan berhasil tidaknya usaha budi daya ikan gurami. Untuk budi daya ikan gurami di daerah dataran rendah, sebaiknya menggunakan benih yang berasal dari daerah dataran rendah juga. Pertimbangannya adalah untuk menyingkat waktu adaptasi serta mengurangi tingginya resiko kematian ikan gurami tersebut.

Syarat yang digunakan harus sehat. Ciri-ciri benih yang sehat tampak dari gerakan renangnya yang lincah, sisik yang mengkilap, bebas penyakit dan ukurannya relatif seragam. 

Pemilhan ukuran benih yang tidak seragam bisa mengakibatkan terjadinya persaingan pakan dan ruang gerak ikan gurami dalam satu kolam. Benih ikan yang lebih besar ukurannya, dipastikan akna tumbuh lebih cepat. Sebaliknya ukuran yang lebih kecil akan tumbuh lebih lambat.

Untuk usaha pembesaran atau memperoleh ikan gurami yang siap konsumsi dengan bobot kira-kira 500 gram/ekor,  sebaiknya menggunakan benih yang berumur lebih dari satu tahun atau bobot badannya sekitar 100 gram/ekor. Benih tersebut ditebar dalam kepadatan 10-15 ekor /m2. 

Waktu pemeliharaan yang diperlukan untuk memperoleh ukuran gurami yang siap konsumsi sekitar 6-7 bulan. Tingkat kematiannya antara 20-25%.

Usaha penebaran benih dilakukan pada pagi dan sore hari. Pada saat itu cuaca tidak terlalu panas sehingga benih tidak mengalami stres dan cepat menyesuaikan diri. Selain itu, pada kondisi pagi dan sore hari kondisi suhu antara permukaan kolam dan dasar kolam tidak terlalu berbeda jauh. 

Bila penebarannya menggunakan kantong plastik, masukan kantungplastik tersebut kedalam kolam. Hal ini bertujuan agar terjadi penyesuain suhu antara air di kolam ikan gurami dan air di dalam kantun plastik. Lakukan penebaran secara perlahan. Setelah selang beberapa waktu, buka kantong plastik tersebut dan biarkan ikan gurami berengan sendiri keluar dari dala kantung pastik.

Demikian sedikit banyak tentang Tips Memilih Benih Ikan Gurami Yang Baik Untuk Budidaya Ikan Gurami yang dapat kita ulas. Untuk Selanjutnya masih ada beberapa kiat yang wajib diketahui kita semua sebelum memulai budidaya ikan gurami...

6 Tips Menentukan Kualitas Air Kolam Budidaya Ikan Gurami

Setelah sebelumnya kita membahasa tentang Bagaimana Memilih Lokasi Yang Tepat Untuk Budidaya Ikan Gurami , kali ini kita akan membahas tentang Bagaimana Menentukan Kualitas Air Yang Baik Untuk Budidaya Ikan Gurami.
 
Kualitas air merupakan faktor yang paling menentukan dalam budidaya ikan gurami. Tidak sedikit kendala budi daya ikan gurami yang disebabkan oleh buruknya kualitas air. Beberapa faktor lingkungan seperti suhu, debit air, kandungan oksigen, derajat keasaman (pH) dan kedalaman air berpengaruh langsung dalam menentukan kualitas air.
 
6 Tips Menentukan Kualitas Air Kolam Budidaya Ikan Gurami

Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu dari faktor lingkungan tersebut :

Suhu air

Suhu idela bagi pertumbuhan ikan gurami adalah 24-28’C. Apabila perbedaan suhu siang dan malam terlalu besar, maka pertumbuhan ikan gurami akan terganggu. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar oksigen di dalam kolam di bawah angka ideal, yakni 4-6 mg/liter. Kecenderungan menunjukan bahwa suhu yang terlalu dingin memiliki resiko tinggi berkembangnya beberapa penyakit ikan. Hal ini tampak saat musim hujan tiba. 

Saat itu banyak petani budi daya ikan gurami yang mengeluh karena sering terjadi gagal panen. Untuk menghindari gagal panen, alternatif yang digunakan dengan menanam pohon-pohon peneduh di pinggir kolam agar tidak terjadi perbedaan suhu yang terlau besar.

Debit Air

Debit air atau besarnya air yang mengalir ke dalam kolam untuk setiap tipe kolam berbeda-beda. Kolam peliharaan polikultur (campuran gurami dengan ikan lain) membutuhkan debit air 5-12 liter/detik, sedangkan untuk kolam monokultur (hanya memelihara ikan gurami) debit air idealnya sekitar 3 liter/detik.

Kedalaman Air

Idelanya kedalaman air yang digunakan dalam kolam pertumbuhan gurami antara 70-100 cm. Bila ketinggian air terlalu dangkal menyebabkan perubahan suhu yang tidak setabil. Sebaliknya, apabila kolam terlalu dalam akan mengurangi kesuburan kolam karena cahaya matahari tidak dapat menembus kedalam dasar kolam.

Derajat Keasaman Air (pH)

Kolam pemeliharaan ikan gurami idelanya memliki pH netral, yakni antara 6,5 – 7,5. Untuk menentkan besarnya pH dapat digunakan kertas lakmus atau pH meter. Apabila besarnya pH kurang dari 6 berati kondisi air terlalu asam. Cara menetralkan pH agar tidak terlalu asam dengan cara mencampurkan kapur (CaCO3) atau soda kue ke dalam air. 

Sementara itu, penambahan asam fosfor dilakkan untuk air yang terlalu basa. Ketika menambahkan bahan-bahan tersebut harus dilakukan secara hati-hati dan sedikit demin sedikit, yaitu tidak lebih dari 0,3 unit perhari. Setiap kali penambahan dilakkan, pengukuran pH harus dilakukan.

Kandungan oksigen

Apabila kandunganoksigen ddalam kolam sedikit akan berakibat pada daya tahan tubuh ikan gurami tersebut. Ikan gurami memerlukan kandungan oksigen sebesar  5ppm. Kadar oksigen dapat ditingkatkan dengan cara menjaga aliran air agar tetap lancar. Dan membiarkan permukaan kolam tetap terbuka.

Derajat kekeruhan

Kondis air yang keruh dapat menggangu pernafasan dan menurunnya selera makan ikan gurami. Derajat kekeruhan ini dapat diukur dengan memasukan benda yang berwarna putih kedalam kolam hingga kedalaman 40 cm. Bila benda tersebut masih nampak, maka tingkat kekeruhan air kolam masih belum menggangu kehidupan ikan.

Demikian sedikit banyak tentang Tips Menentuka Kualitas Air Kolam Untuk Budidaya Ikan Gurami yang dapat kita ulas. Untuk Selanjutnya masih ada beberapa kiat yang wajib diketahui kita semua sebelum memulai budidaya ikan gurami...

3 Tips Memilih Lokasi Untuk Memelihara Ikan Gurami

Halo apa kabar?? Semoga selalu dalam keadaan sehat semua... Disini kita akan mencoba membahas tentang kiat – kiat budi daya ikan gurami. Harapannya kiat-kiat ini nantinya dapat menjadi gerbang kesuksesan bagi kita semua.....

Sebenarnya secara garis besar ada beberapa kiat yang wajib diketahui sebelum memulai usaha budi daya ikan gurami. Salah satunya adalah KIAT MEMILIH LOKASI PEMELIHARAAN.. langsung saja kita mulai membahsanya...

3 Tips Memilih Lokasi Untuk Memelihara  Ikan Gurami

Suhu Yang Tepat Untuk Memelihara Ikan Gurami

Habitat asli ikan Gumari adalah rawa-rawa di dataran rendah. Kondisi perairan yang tenag dan tergenang menjadintempat ideal bagi pertumbuhuan gurami sehingga jarang dijumpai gurami hidup di sungai-sungai yang berair deras. Akibat suhu rawa yang panas, menyebabkan gurami tidak bisa berkembang biak di ari yang bersuhu kurang dari 15’C. 

Gurami akan tumbuh optimal pada kisaran suhu 25’C – 28’C. Gurami tergolong ikan yang sangat peka terhadap perubahan suhu. Lokasi yang selisih suhu siang dan malamnya terlampau tinggi kurang baik bagi pertunmbuhan gurami.

Ketinggian air kolam

Kepekaan gurami terhadap perubahan suhu bisa disiasati dengan merekayasa ketinggian air kolam. Ketinggian air kolam dalam keadaan normal adalah 70-80cm. Ketika masuk musim kemarau, ketinggian air kolam harus ditambah 10-20cm. Ini bertujuan untuk mengurangi suhu yang terlalu panas. Sebaliknya, pada musm hujan ketinggian kolam harus di turunkan supaya air kolam tidak terlampau dingin.

Kualitas Air Kolam Untuk Ikan Gurami

Pertumbuhan gurami sangan didukung oleh tingi rendahnya kualitas air. Kondisi air yang mengandung cukup air mineral dan zat hara sangat membantu pertumbuhan gurami. Begitu pula air yang menyediakan pakan alami secara cukup. Akan meningkatkan kemampuan hidup gurami pada fase pemeliharaan larva dan pembenihan. Ingat!! Salah satu sarat budidaya ikan gurami adalah air yang bersih. Karena itu, hindari pemakaian air yang keruh dan kotor. Sebab, jika kotoran itu bercamour dengan pakan, bakal memicu timbulnya bakteri, parasit dan cacing.

Lokasi budi daya yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan kondisilahan pemeliharan. Lahan budi daya di daratan rendah, seperti waduk dan danau, sebaiknya mengunakan kerambajaring apung dan sangkar. Sementara itu, pemeliharaan di lebak dan sungai mati sebaiknya mengguanakan keramba dan sangkar. Bila budi daya di dalam kolam dijadikan pilihan, pola yang terbaik adalah penebaran benih.

Demikian sedikit banyak tentang Bagaimana Memilih Lokasi Untuk Memelihara Ikan Gurami , semoga dapat bermanfaat...  jangan lupa baca kiat-kiat lainnya yang tidak kalah penting untuk diketahui.....

Kiat Sukses Budidaya Ikan Gurami Dengan Kolam Terpal

SALAM SUKSES!!!!

Halo apa kabar teman-teman semua? Semoga dalam keadaan sehat semuanya...

Melanjutkan artikel saya sebelumnya tentang Kendala Budidaya Ikan Gurami , sekaran kita akan membahas sedikit banyak tentang kiat sukses bidudaya ikan gurami. untuk menyingkat waktu, langsung saja kita memulainya.. hehehe :D

Budidaya ikan Gurami adalah budidaya yang sangat menjanjikan dengan pasaran atau harga yang stabil bahkan terus meningkat. Apalagi sekarang banyak rumah makan atau restoran yang menyediakan dan menyajikan gurami bakar dan berbagai sajian ikan gurame lainnya. Begitu juga di pasar-pasar tradisional dan pasar modern banyak menjual ikan gurami yang siap di konsumsi.


Budidaya ikan gurami ada dua metode. yang pertama metode dengan menggunakan kolam beton. Yang ke dua menggunakan kolam terpal
Kiat Sukses Budidaya Ikan Guram Dengan Kolam Terpal
Contoh Kolam Gurami Metode Terpal


Bagi anda yang tidak mempunyai lahan yang cukup untuk membudidayakan ikan gurame anda dapat menggunaka kolam dari terpal. Ikan gurame pada dasarnya membutuhkan air yang cukup, dengan membuat kolam dari terpal anda bisa membuatnya dilahan yang sempit sekalipun. Asalkan anda benar merawatnya maka ikan gurame akan tetap tumbuh dengan baik.



Anda bisa membuat kolam ikan gurame secara fleksibel dengan lahan yang ada dan dimana saja. Misalnya dipekarangan rumah, di lahan persawahan dan lain sebagainya. Jika kolam terpal anda ukurannya tidak besar maka tentu saja tidak bisa menampung ikan gurame dalam jumlah besar. Jika dipaksakan maka akan menimbulkan kematian. Jadi pada intinya jumlah ikan harus disesuaikan dengan ukuran kolam terpal anda. Untuk kolam ukuran 1m2 dengan kedalaman 90 cm kira-kira bisa diisi dengan 10 ekor gurame dengan berat 2,5 Ons.



Jika ikan gurami sudah semakin besar, maka jumlahnya harus dikurangi. jika tidak maka perlu penambahan filter yang memadai, caranya adalah dengan cara mengalirkan air ke kolam terpal dengan pompa kesuatu sistem filter, setelah melalui filter air masuk kembali ke kolam.

Persiapan Kolam Ikan Gurame :

  • Pembesaran ikan gurameh dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen. Perssiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan yang alami dalam jumlah yang cukup seperti plangton dan lain-lain.



Persiapan di Kolam Permanen/Terpal :

  •  Cara budidaya ikan gurami atau gurami dapat dilakukan dengan dua model jenis :

    1. Menggali tanah dengan kedalaman tentu dengan kedalaman 90cm, kemudian terpal dipasang pada tanah galian tersebut.
    2. memasang terpal pada permukaan tanah (tidak menggali tanah) yaitu dengan menggunakan bantuan rangka dari besi atau kayu. Kemudian terpal dirangkai menyerupai bak, beban terpal juga tidak terlalu berat sewaktu diberi air. cara kedua memudahkan kita melakukan penggantian dan pembersihan kolam. Kita juga bisa menyedot kotoran-kotoran kolam terpal dengan mudah. Kotoran ikan gurame juga harus di keluarkan dari kolam agar kesehatan dan kebersihan air tetap terjaga.



Pendedaran/Pemijahan Ikan Gurame :



Setelah kolam terpal selesi dibuat langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan ikan guramih, akan tetapi sebelum ikan guramih dimasukkan perlu dipastikan terlebih dahulu kolam dalam kondisi bersih dari penyakit dan zat-zat berbahaya.  Terpal mengandung unsur kimia untuk pewarnaannya, maka sebelum dipasang perlu dicuci dan dibersihkan. Untuk membunuh patogen kolam yang telah terisi air ditaburi garam 2 ons/m3. Pastikan juga ikan guramih yang akan dibudidayakan tidak mengandung bibit penyakit. Jika ada guramih yang terkena penyakit perlu dikarantina terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kolam.




Cara Penebaran Benih/Bibit Ikan Gurame :



Penebaran benih gurame Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan gurame tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : benih gurame yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih gurame ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.



Pemberian Pakan



Proses selanjutnya adalah memberi makan.


Makanan pokok ikan gurame berupa pelet yang dapat diatur gizinya, namun di daerah yang agak sulit memperoleh pelet, daun-daunan merupakan alternatif yang sangat baik untuk dijadikan makanan ikan gurame Ikan guramih diberi makan 2 kali dalam sehari dengan pellet dengan kandungan protein 25% sampai dengan 30 %. Frekuensi pemberian makan lebih baik dalam frekuensi yang banyak tetapi dalam jumlah sedikit-sedikit daripada dalam frekuensi sedikit tetapi jumlahnya banyak. Selain Pelet makanan untuk ikan guramih bisa ditambahkan daun-daunan dan sayuran. Daun-daunan dan sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan gurame.

 

Adapun jenis pakan yang biasa diberikan pada ikan gurame yaitu sebagai berikut :  
1. Daun talas/ daun keladi 
2. Daun Sente 
3. Daun singkong 
4. Daun kangkung 
5. Daun ubi jalar 
6. Daun pepaya 
7. Tauge : tauge kacang hijau, tauge kacang merah, tauge dari bibit padi muda 
8. Labu 
9. Pakan buatan (pellet) 
10. Jagung rebus 
11. Dedak 
12. Ampas tahu 
13. Bungkil kacang


Pemberian makanan yang teratur dengan kualitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tumbuh ikan lebih cepat



Pada budi daya ikan gurame dengan terpal ini perlu dihindari pemberian makanan yang berlebihan, jika ada makanan yang tersisa harus segera dibuang. Makanan ikan dan kotoran ikan yang ada di kolam mengandung zat amoniak yang dalam jumlah tertentu bersifat racun bagi guramih. Selain memberi makan dengan jumlah dan frekuensi teratur hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas air.



Meski guramih cukup tahan dengan air yang tidak baik tetapi air perlu dibersihkan dan diganti sebagian(30%) secara periodik. Biasanya penggantian dilakukan satu minggu sekali dengan melakukan shift pond. Air disedot keluar dengan selang atau pompa, kotoran keluar melalui selang tersebut, kemudian diisi kembali dengan air baru.

 


Untuk pendederan berikutnya  bersihkan kolam dari lumut dan kotoran sampai benar-benar bersih lalu di cat pakai air kapur terus dikeringkan.satu hari kemudian isi  air dengan kedalaman 30-40 cm.dan diberi prebiotik penumbuh plangton. Hal dikarenakan makanan ikan gurame sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan.


Sekian artikel tentang Kiat Sukses Budidaya Ikan Guram Dengan Kolam Terpal, Semoga artikel diatas dapat membantu teman-teman semua dalam budidaya ika gurami. Semoga Bermanfaat.

SALAM SUKSES!!!

Kendala Budidaya Gurami

SALAM SUKSES!!!!

Halo apa kabar teman-teman semua??Semoga semua dalam keadaan baik.

Oh ya.., kali ini kita akan sedikit banyak membahas tentang kendala budidaya ikan gurami. Ibarat kata kita mau maju perang, salah satu strategi untuk dapat mengalahkan musuh adalah dengan mengkaji kelemahan musuh kita tersebut. Apabila kita sudah mendapatkan  kelemahan musuh, maka kita dengan mudah menyusun langkah yang tepat untukk meraih kemenangan. 

Kendala Budidaya Gurami

Sama halnya dengan usaha budi daya ikan gurami. Budidaya ikan gurami juga mempunya kendala yang sering menjadi musuh para petani ikan gurami. Agar kita dapat meraih keberhasilan dalam budi daya ikan gurami ini, sebaiknya kita mengetahui apa saja kendala-kendala dalam proses budi daya ikan gurami tersebut. Untuk itu langsung saja kita bersama-sama mencoba mengkajinya melalui artikel dibawah ini.

Seperti usaha lainnya, bisnis budi daya ikan gurami juga tidak dapat lepas darinberbagai kendala dan resiko. Sejauh ini, kendala yang sering muncul biasnya disebakan oleh masalah lingkungan dan serangan penyakit terhadap ikan gurami. Dari permasalahn tersebut kualitas air merupakan faktor utamanya. Buruknya kualitas air dapat disebabkan karena pemilihan tempat yang kurang tepat, buruknya sanitasi atau kebersihan air yang buruk dan pemberian pakan yang salah. 

Kendala lain yang sering terjadi dan tidak kalah pentingnya adalah kesalahan penanganan pasca panen dan turunnya harga ikan gurami yang sering dialami oleh petani benih dan pendederan. Anjloknya harga tersebut sama sekali bukan akibat dari fluktuasi permintaan yang terlalu tinggi, namun lebih berkaitan dengan kurangnya usaha pembesaran akibat pengaruh musim.

Sebgai contoh kendala budi daya ikan, kasus rusakknya kualitas air akibat polusi lingkungan dan sanitasi yang buruk, terjadi di salah satu kota di jawa Tengah. Di kota ini, sumber irigasi yang dipergunaan untuk mengaliri kolam ikan gurami tecemar oleh limbah pabrik yang berada di tepi sungai. Sehingga kualitas iar yang digunakan tidak bagus dan sanitasi yang buruk tersebut berdampak  pada merajalelanya penyakit terhadap ikan gurami. Penyakit pada ikan gurami ini tidak pandang bulu, dari ikan ukuran benih hingga induk dewasa.

Disamping sanitasi seperti diatas, masalah yang sangat penting diperhatikan dan sering terjadi dan berakibat fatal adalah pakan. Pemberian pakan pada ikan gurami apabila tidak dilakukan dengan benar, pola pemberian pakan buatan secara intensif justru akan memberikan persoalan baru. Hal dapat ditimbulkan dari pemberian paka yang tidak benar adalah masalah baru yang berupa hama dan penyakit. Penyakit pada ikan gurami tidak hanya di sebabkan oleh sanitasi yang buruk, melainkan dapat juga timbul oleh pemberian pakan yang tidak benar.

Sebagai contoh, pemberian pakan buatan dapat berakibat yang berlebihan akan berakibat penumpukan bahan organik berat di dasar kolam, yang menyebabkan penyakit pada ikan gurami.

Kecerobohan dalam pemberian pakan buatan tersebut dan penyiapan kolam yang kurang bersih mengkibatkan kualitas air menjadi sangat buruk yang berakibat pada kegagalan budi daya ikan gurami. Munculnya berbagai persoalan dalam budi daya ikan gurami sebenarnya dapat di atasi dengan berbagai cara. 

Bagian terpenting dalam proses budi daya ikan gurami ini adalah proses pendekatan segmentasi atau pemilahan. Langka ini adalah bagian dalam proses memacu pertumbuhan ikan gurami yang mencangkup kiat memilih lokasi, memilih benih,nmemberi pakan serta mencegah hama dan penyakit.

Dari informasi diatas, sebenarnya kita dapat mengambil garis besar dari kendala-kendala budi daya ikan gurami. Diantaranya adalah buruknya kualitas air, sanitasi, pemberian pakan. Dari hal-hal tersebut ternyata saling berkaitan dalam upaya sukses atau tidaknya usaha budidaya ikan gurami tersebut. Untuk itu, sebaiknya kita siapkan dulu hal-hal diatas secara baik sebelum kita memulai budi daya ikan gurami agar mendapat hasil yang maksimal.

Tidak usah khawatir akan kegagalan, dalam artikel berikutnya kita akan bahas tentang kiat sukses budidaya ikan gurami...  tetap semangat dan semoga informasi tentang kendala budidaya ikan gurami ini dapat bermanfaat...

SALAM SUKSES!!!

Pola Pemilahan Gurami

SALAM SUKSES!!!

Kali ini kita akan membicarakan tentang belajar pola pemilahan gurami setelah sebelumnya kita membahas artikel belajar mengenal ikan gurami. Mungkin dari teman-teman semua sudah ada yang pernah tahu minima mendengan tentang pola pemilahan itu sendiri, namun tidak salah apabila saya menulis disini sebatas sepengatahuan saya. 
Pola Pemilahan Gurami

Mungkin banyak yang bertanya apa yang di sebut pola pemilahan? Bagaimana prosesnya? Keuntungan apa yang diperoleh dari pola pemilahan? Nah, dari pada menebak-nebak tidak jelas, mari kita bahas tentang poa pemilahan tersebut dibawah ini.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa ikan gurami terkenal karena kelezatannya. Namun sayangnya, pertumbuhan ikan gurami tergolong lambat. Jika pola budi daya tidak dilakukan secara tepat dan benar, maka bukan tidak mungkin untuk menghasilkan ikan gurami yang besar dalam waktu yang sangat lama. 

Contohnya untuk menghasilkan ikan gurami dengan b erat 1 kg membutuhkan waktu lima tahun. Dari contoh kasus di atas, akan berakibat pada lambatnya perputaran modal bagi anda sekalian yang ingin berbisnis budidaya ikan gurami. Akibat permasalhan diatas, banyak anggapan dari teman-teman yang akan memulai usaha budi daya ikan gurami tergolang susah. Padahal, seperti yang kita ketahui bersama bahwa harga ikan gurami di pasaran cukup tinggi dan stabil. Terlebih permintaan akan ikan gurami bisa datang setiap hari.

Saat ini banyak penelitian tentang teknik atau pola yang tepat guna memacu pertumbuhan ikan gurami. Teknik yang banyak di lakukan pada saat ini adalah teknik pemilahan atau segmentasi terhadap ikan gurami tersebut. 

Dengan teknik ini budi daya ikan gurami secara keseluruhan akan mendapatkan keuntungan. Inti dari teknik ini adalah melakukan pemilahan secara tegas terhadap setiap fase dari siklus hidup ikan gurami tersebut. Fase pembenihan misalnya, harus di pisahkan dari fase pendederan. Begitu pula dengan fase pendederan, harus dilakukan dengan konsentrasi khusus dan terpisah dari fase pemmbesaran.

Secara garis besar pola pemilahan tersebut adalah memberikan perlakukan khusus, terpisah dan berbeda terhadap fase-fase yang dilalui. Hasil dari pola pemilahan tersebut akan dapat mempercepat usia panen gurami siap konsumsi (500 gram/ekor) hingga 2-4 bulan untuk masing-masing usia pemilahan.

Contoh praktek sederhananya sebagai berikut, seorang petani ikan gurami yang ingin menghasilkan ikan guramin dengan ukuran konsumsi tidak perlu repot memelihara ikan sejak ukuran kuaci atau umur 30 hari. Pemelihara dapat dimulai dari ukuran benih 100 gram/ekor. 

Dengan ukuran benih tersebut, petani dapat melakukan panen ikan gurami untuk ukaran konsumsi hanya dalamwaktu 5-6 bulan masa pemeliharaan. Bila tanpa pola pemilahan, petani tersebut memerlukan waktu kira-kira 1,5 tahun untuk menunggu masa panen.

Pola pemilahan juga dapat mempercepat usaha pembenihan. Dalam waktu kira-kira 1 bulan saja sudah mampu menjual benih ukuran 1 cm. Selain itu keuntungan dalam proses ini adalah apabila harga benih ikan gurami sedang jatuh, petani ikan gurami bisa menahana tidak menjualnya dulu sampai benih ikan gurami ini lebih besar ukurannya. Pola ini sangat menguntungkan untuk diterapkan pada ikan gurami, karena ikan gurami memiliki rentang waktu jual yang cukup panjang dibandingkan ikan jenis lain.

Pada akhirnya, proses pemilahan atau segmentasi ini menghasilkan pola pilihan usaha. Bagi anda yang ingin memulai usaha budi daya ikan gurami namun hanya memiliki modal dan lahan kecil, usaha pemijahan dan pembenihan dapat menjadi pilihan yang terbaik. Sebagai modal utama dalam usaha pembenihan ini adalah lahan, bibit ikan dan pakan. Biaya pakan pada usaha pembenihan ini tidak sebesar pada fase pendadaran dan pembesaran, sebab masa pemeliharaan yang relatif singkat dan jumlah pakan yang tidak terlalu banyak.

Selain modal utama diatas yang terpenting lagi adalah tekat dan kemauan yang keras. Selain itu rasa pantang menyerah yang tinggi harus dimiliki agar kita dapat merasakan manisnya hasil bisnis budi daya ikan gurami.
Semoga tuliasn tentang Pola Pemilahan Gurami ini dapat bermanfaat... 

SALAM SUKSES!!!!!!

Belajar Mengenal Gurami

Sebelum kita membahas semua seluk beluk budi daya ikan gurami, alangkah baiknya kita mengenal ikan gurami itu sendiri. Seperti kata pepatah, “Tak Kenal Maka Tak Sayang”. Apabila kita tidak mengenal bagaimana ikan gurami itu sendiri, bagaimana mungkin kita akan membudi dayakan secara baik dan benar.

Belajar Mengenal Gurami

Apabila kita tidak secara benar membudi dayakan ikan gurami tersebut maka hasil yang kita dapat akan tidak memuaskan. Sederhananya hasil yang kita dapat berbanding lurus dengan cara kita dalam menganal dan membudi dayakan ikan gurami tersebut. Langsung saja, kita mulai untuk mengenal ikan gurami tersebut.

Gurami (Ospbronemus Gourami) merupakam ikan yang air tawar yang banyak menghuni rawa-rawa, danau atau daerah yang perairannya tenang. Sebagai ikan hasil budi daya, gurami banyak dipilih petani karena mampu berkembangbiak secara alam dan mudah dalam pemberian pakan. Dari aspek bisnis, keuntungan yang dapat didapat dari budi daya ikan gurami ini adalah harga jualnya yang cukup tingga dan relative stabil.

Gurami masuk dalam family Anabantiade atau betook-betokan. Ikan gurami sebagai ikan hias dan ikan konsumsi sudah dikenal sejak dahulu kala, sekitar tahun 1800-an. Secara persis ikan gurami ini belum diketahui darimana daerah asalnya. Namun banyak yang berpendapat bahwa ikan gurami ini berasal dari daerah Kepulauan Sunda Besar (Jawa Barat).

Hal itu cukup beralasan, karena hingga saai ini daerah Jawa Barat masih terkenal sebagai daerah pusat budi daya ikan gurami. Selain daerah Jawa Barat, ada daerah lain yang sudah menjadi pusat budi daya ikan gurami, diantaraya Magelang, Purwokerto, Payakumbuh dan Airmadidi.

Ikan gurami ini merupakan ikan yang sensitif. Terutama terhadap suhu dingin. Suhu yang optimal untuk pertumbuhan ikan gurami adalah 24-28 C. Biasa daerah dengan suhu tersebut merupakan daerah dataran rendah sampai sedang dengan ketinggian antara 50-400 meter diatas permukaan laut. Walau demikian, ikan gurami dapat diusahan di ketinggian 600 meter, bahkan di dekat pantai dengan air payau.

Bentuk fisik ikan gurami sangat khas. Tubuhnya pipih dan agak panjang. Dibagian dahi ikan gurami dewasa ada tonjolan yang menyerupai cula, tonjolan ini tidak di temukan pada gurami anakan atau gurami muda. Pada gurami anakan terdapat ciri khas berupa garis-garis hitam yang melintang di tubuh ikan gurami anakan.

Rata-rata ikan gurami memiliki mulut yang kecil dan bibir bagian bawah sedikit lebih panjang dari pada bibir bagian atas ikan gurami. Sisik ikan gurami berukuran tebal dan tidak rata pada bagian tepinya. Ketika masih muda punggung gurami berwarna biru kehitaman, sementara bagian perutnya berwarna putih.

Warna ikan gurami akan berubah seiring pertumbuhan menjadi dewasa, bagian punggung menjadi kecoklatan dan bagian perut menjadi keperakan. Setalah dewasa, panjang ikan gurami dapat mencapai 65 cm dan beratnya bisa mencapai 10kg. Secara alamai pertumbuhan ikan gurami paling pesat terjadi saat umur 3-5 tahun.

Di habitat aslinya, ikan gurami berkembang biak pada musim kemarau saja. Namun, sekarang di tempta perkembang biakan ikan gurami dapat berkembang sepanjang musim. Ketika perkawian ikan gurami terjadi, sang jantan akan membuat sarang dari rumput-rumputan atau dahan kecil di pinggiran kolam.

Biasanya sarang di sembunyikan di bawah tumbuhan air. Setelah pemijahan, induk betina akan menghasilkan telur sebanyak 300-500 butir. Satu bulan kemudian ikan telur tersebut akan menetas dan menjadi larva.

Gurami memiliki kemampuan untuk mengambil oksigen dari udara karena adanya labirin yang terletak di atas atau belakang insang. Labirin tersebut sebenarnya adalah alat untuk pernafasan tambahan yang merupakan turunan dan lembar pertama insang. Karena itu sering didapati gurami mengeluarkan mulutnya di atasa permukaan air. Dengan cara terebut, ikan gurami dapat bertahan hidup di air dengan kandungan oksigen terbatas.

Saya kira hal-hal diatas dapat memberikan sedikit gambaran terhadap kita semua tentang ikan gurami. Semoga artikel tentang pengenalan ikan gurami ini dapat bermanfaat bagi kita semua...

SALAM SUKSES!!!!
Back to top